5 Tradisi Malam Satu Suro Terbaru di Jawa

Malam Satu Suro di Jawa, Inilah 5 Tradisi yang sakral dan mistis.

Malam Satu Suro
Malam Satu Suro

Halo Sobat Intai pernahkan anda mengikuti tradisi malam satu suro ?  Tahun baru Islam atau Tahun Baru Hijriah merupakan hari besar yang diperingati oleh Muslim di seluruh dunia. Hari besar ini diperingati untuk mengenang hijrahnya Nabi Muhammad SAW beserta sahabat dari Makkah ke Madinah. Tahun baru hijriah diperingati tiap tanggal 1 Muharam menurut penanggalan Islam, atau yang dikenal juga sebagai penanggalan Hijriah.

Bagi masyarakat Jawa, hari Malam Satu Suro juga diperingati sebagai Tahun baru Jawa. Hal ini menurut penanggalan Jawa yang dibuat sejak masa pemerintahan Sultan Agung dari Kesultanan Mataram sekitar abad ke-15 Masehi.

Menurut penanggalan Jawa, tahun baru dimulai pada Malam Satu Suro. Pada peringatan malam 1 suro tersebut biasanya diadakan ritual-ritual tertentu yang dilakukan oleh masyarakat Jawa yang masih memegang tradisi kepercayaan nenek moyang, terutama di daerah sekitar Jogjakarta dan Surakarta.

Sebagian masyarakat yang percaya pada kekuatan magis pada benda-benda tertentu biasanya juga melakukan sejumlah ritual pada saat malam 1 suro, misalnya mencuci benda pusaka seperti keris, tombak, akik, jimat dan sebagainya. Tak heran jika kemudian masyarakat menganggap 1 suro sebagai hari yang sakral dan keramat.

Lalu, apa saja sih ritual-ritual yang dilakukan masyarakat Jawa saat peringatan malam 1 suro atau tahun baru Muharam ? Yukk simak info berikut ini.

Tradisi Mubeng Benteng di Keraton Yogyakarta

Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan kesultanan yang masih eksis dan menjadi daerah dengan otonomi khusus di Indonesia. Sebagai salah satu pewaris kesultanan Mataram Islam yang menjadi cikal bakal budaya Jawa, di lingkungan keraton Jogja biasanya digelar berbagai ritual untuk memperingati malam 1 suro.

di Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat peringatan Malam 1 Suro dilakukan dengan cara mengarak benda pusaka mengelilingi benteng kraton yang diikuti oleh ribuan warga Yogyakarta dan sekitarnya, seperti Sleman, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul.

Selama melakukan ritual mubeng beteng, peserta ritul tidak diperkenankan untuk berbicara seperti halnya orang sedang bertapa. Inilah yang dikenal dengan istilah tapa mbisu mubeng beteng.

Ritual ini dimulai saat lonceng Kyai Brajanala di regol Keben dibunyikan sebanyak 12 kali. Selanjutnya, abdi dalem dan warga berjalan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer mengelilingi benteng Keraton Yogyakarta.

Bagian terdepan rombongan ritual mubeng beteng merupakan abdi dalem yang mengenakan pakaian Jawa tanpa keris dan alas kaki. Mereka berjalan sambil membawa bendera Indonesia dan panji-panji Keraton Yogyakara.

Sebelum ritual dilakukan, akan diperdengarkan tembang Macapat yang berisi petuah-petuah berbahasa Jawa kuno. Melalui tembang ini peserta ritual akan dibawa untuk mempersiapkan batinnya dalam mengikuti tradisi ini dengan suasana yang khidmat seperti ketika melakukan meditasi.

Tradisi Grebek Suro di Keraton Surakarta

Kesultanan Surakarta Hadiningrat juga merupakan salah satu pewaris dari Kesultanan Mataram Islam. Bahkan Kesultanan Surakarta Hadiningrat lebih dahulu berdiri dibandingkan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat.

Meskipun tidak memiliki otonomi khusus dalam bentuk propinsi sebagaimana Daerah Istimewa Yogyakarta, namun hingga kini Kesultanan Surakarta masih tetap eksis dan diakui sebagai pusat kebudayaan Jawa.

Di lingkungan Keraton Surakarta atau yang juga dikenal sebagai Keraton Solo, perayaan malam 1 Suro juga dilakukan dengan serangkaian ritual yang diikuti oleh lingkungan keraton dan masyarakat umum, terutama masyarakat di bekas Karesidenan Surakarta, seperti Kota Solo, Karanganyar, Sukoharjo, Klaten, Sragen, Boyolali, dan Wonogiri.

Sama seperti yang dilakukan di Keraton Yogyakarta, tradisi malam 1 suro di keraton Solo juga diisi dengan kirab pusaka keraton. Menariknya, dalam kirab yang dilakukan di Keraton Solo, pada barisan terdepan dipimpin oleh sekawanan Kebo Bule, Kerbau berwarna putih kemerahan yang merupakan hewan keramat yang dipelihara di lingkungan keraton Solo.

Tradisi Malam Satu Suro di Lereng Gunung Lawu

Gunung Lawu selain dikenal karena pemandangan alamnya yang indah dan menjadi salah satu destinasi mendaki bagi para pencinta alam, ternyata menyimpan kesakralan tersendiri bagi masyarakat setempat.

Gunung yang berada di perbatasan antara Magetan di Jawa Timur dan Karanganyar di Jawa Tengah ini akan ramai di datangi orang pada momen malam satu suro.

Bahkan pihak pengelola Gunung Lawu yang biasanya hanya membuka 1 jalur pendakian di hari biasa, pada menjelang malam 1 suro akan membuka hingga 3 jalur pendakian untuk mengantisipasi banyaknya pendaki.

Para pendaki pada malam 1 suro tidak hanya dari kalangan muda saja, melainkan banyak orang yang sudah tua juga akan melakukan pendakian untuk menjalankan ritual di gunung lawu.

Gunung Lawu menjadi salah satu tujuan para penganut ajaran kejawen untuk melakukan ritual malam satu suro dikarenakan gunung tersebut dianggap sakral dan memiliki nilai historis sejak jaman Majapahit. Selain itu, lingkungan keraton Jogja dan Solo juga akan melakukan ritual di tempat ini sebagai rangkaian ritual menjelang satu suro.

Ada 4 spot utama di gunung ini yang menjadi tempat ritual dan meditasi, yakni Sendang Jolotundo, Sendang Drajat, Hargo Dalem dan Hargo Dumilah. Peziarah di gunung ini biasanya akan melakukan sejumlah ritual tertentu, seperti bertapa, berdoa, dan menyembelih ayam hitam atau ayam cemani.

Tradisi Kirab Gunungan

Di beberapa daerah di Jawa juga biasanya menggelar acara kirab gunungan untuk menyambut Tahun Baru Islam/ Tahun Baru Jawa. Tradisi ini masih lestari di beberapa daerah yang masyarakatnya masih memegang tradisi leluhur, seperti di Blitar, Kediri, Trenggalek, Ponorogo, Semarang, Kebumen, Bantul dan sebagainya.

Tradisi ini berupa kirab atau arak-arakan gunungan, yakni beberapa hasil bumi dan bahan makanan yang disusun sedemikian rupa hingga membentuk seperti gunung dan digotong masyarakat. Sebelum diarak biasanya akan dilalui dengan ritual-ritual tertentu dari sesepuh desa.

Setelah dilakukan ritual dan didoakan oleh sesepuh desa, gunungan langsung menjadi rebutan warga. Menurut kepercayaan warga sekitar, gunungan tersebut membawa berkah tersendiri sehingga mereka rela berebutan satu sama lain.

Di sejumlah daerah, selain kirab gunungan biasanya juga diselingi dengan sejumlah pertunjukan tradisional seperti tari-tarian dan pagelaran wayang kulit.

Tradisi Bubur Suro

Selain tradisi berupa ritual-ritual tertentu untuk menyambut 1 Suro, masyarakat Jawa juga memiliki hidangan khusus yang biasanya tersedia saat Tahun Baru Islam/ Tahun Baru Jawa, yakni Bubur Suro.

Bubur Suro merupakan makanan jenis bubur yang dibuat khusus pada perayaan hari Asyura. Bubur ini terbuat dari santan, beras, garam, jahe, dan juga sereh. Jika dirasakan, bubur Suro ini identik dengan rasa gurih dan juga diselingi rasa asin dan pedas.

Selain itu 7 jenis kacang yang wajib ada dalam pembuatan bubur suro, yakni kacang tanah, kacang hijau, kacang mede, kacang bogor, kacang tholo, kedelai, dan juga kacang merah.

Bahan-bahan diatas memiliki arti filosofis tersendiri bagi masyarakat Jawa. Biasanya bubur ini akan dibagikan kepada tetangga dan orang terdekat sebagai ungkapan rasa syukur kepada Tuhan atas berkah yang diperoleh selama setahun sebelumnya.

Nah itu tadi sobat, beberapa budaya Malam Satu Suro yang dilakukan masyarakat Jawa saat perayaan Tahun Baru Jawa atau Tahun Baru Suro. Tradisi diatas merupakan bentuk akulturasi budaya Islam yang membaur dengan budaya masyarakat asli Jawa.

Video Malam Satu Suro

Mari kita ambil sisi positif dari budaya leluhur sebagai khazanah kebudayaan kita sebagai Bangsa Indonesia. Salam Team INTAI

Daftar Video Viral
DAFTAR VIRALVIDEO
5 Fakta Menarik Valentino Rossi 46Video
Profil 6 Atlet Indonesia Peraih MedaliVideo
Indonesia Potensi Hasilkan Atlet BerbakatVideo
3+ Hacker Indonesia di Takuti DuniaVideo
Atlet Badminton Indonesia Memperkuat Negara LainVideo
4 Negara Merdeka dibulan Agustus ( Selain Indonesia )Video
Atlet Badminton Indonesia Peraih EmasVideo
3+ Produk Indonesia Yang MenduniaVideo
4+ Fakta Menarik Lianne TanVideo
6+ Nuansa Anime Olimpiade TokyoVideo
Kevin Cordon di Olimpic GamesVideo
6+ Video Trending Saat VaksinasiVideo
Sejarah Tokoh di Uang 2000 dan 20000 ( Aneh )Video
Viral Penipuan Uang 20rb di Tukar 2 RibuVideo
Fakta Unik Olimpiade Tokyo ( 2021 )Video
4+Artis Indonesia Pernah Masuk Film HoliwoodVideo
Netizen Indonesia Bikin Takut Dunia ( Hingga Ketar - Ketir )Video
Video Aneh Saat PPKMVideo
Juara Olimpiade ToktoVideo
Apa ? Olimpiade Kafir ? Video
Masakan Dagin Kurban Berbagai Negara ( Wajib di Contoh )Video
3 Varian Covid 19 Berbahaya dan Cepat Menular ( 90 % Menular Lebih Cepat )Video

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *