Sejarah Tokoh di Uang 2000 dan 20000

Sejarah Tokoh di Uang 2000 dan 20000, Sobat Intai, pada video sebelumnya kita sudah membahas mengenai kasus penipuan yang meinmpa salah satu pedagang nasi di Surabaya. Modus pelaku tersebut adalah dengan cara membayar menggunakan uang pecahan 2000 yang telah dicat dengan warna hijau sehingga mirip dengan uang pecahan 20.000. Sebagaimana diketahui, warna dan gambar pahlawan nasional yang terpampang di halaman depan antara kedua pecahan uang tersebut hampir mirip.

Sejarah Tokoh di Uang 2000 dan 20000

Sejarah Tokoh di Uang 2000 dan 20000
Sejarah Tokoh di Uang 2000 dan 20000

Sejarah Tokoh di Uang 2000 dan 20000, Tapi tahukah Sobat, siapakah kedua Pahlawan Nasional yang terdapat di bagian depan uang 2000 dan 20.000 tersebut ? Yuk simak Info Santai berikut ini.

Muhammad Husni Thamrin

Sejarah Tokoh di Uang 2000 dan 20000, Buat sobat yang tinggal di Jakarta dan sekitarnya mungkin tidak asing dengan nama tersebut kan ? Ya, Husni Thamrin merupakan nama jalan utama di Jakarta Pusat. Jalan yang termasuk Poros Sudirman-Thamrin-Kuningan ini dikenal juga sebagai Financial Distrik atau pusat bisnis. Di jalan yang membentang sepanjang 2,5 Kilometer dari Bundaran HI hingga Dukuh Atas tersebut memang dipenuhi dengan gedung-gedung pencakar langit. Berbagai pusat perkantoran bisa ditemui dikawasan tersebut, mulai kantor pemerintahan, pusat perbankan, gedung lembaga negara, hotel berbintang, hingga sejumlah kedutaan besar negara sahabat.

Selanjutnya Sejarah Tokoh di Uang 2000 dan 20000, Penamaan jalan ini diambil dari nama salah satu Pahlawan Nasional, yakni Muhammad Husni Thamrin. Beliau adalah tokoh pergeran nasional yang lahir di Batavia (sekarang Jakarta), pada 16 Februari 1894. Husni Thamrin lahir dari seorang ayah berkebangsaan Belanda dan ibu asli Betawi. Orang tua Husni Thamrin merupakan seorang wedana dibawah Gubernur Jendral Cornelis Van De Wijk.

Meskipun dibesarkan di lingkungan keluarga priyayi, sejak muda Husni Thamrin selalu memikirkan nasib rakyat jelata di sekitarnya. Bahkan dia tidak canggung untuk bergaul dengan teman-teman sebayanya yang berasal dari rakyat biasa.

Karena statusnya sebagai seorang priyayi, maka Husni Thamrin berkesempatan untuk mengenyam pendidikan di salah satu sekolah milik Belanda. Usai menyelesaikan bangku pendidikan, Husni Thamrin sempat menduduki beberapa jabatan sebelum akhirnya bekerja untuk salah satu maskapai perkapalan milik Belanda.

Husni Thamrin menjadi salah satu tokoh Betawi saat memimpin organisasi kedaerahan bernama Kaoem Betawi yang sebelumnya didirikan oleh Ayahnya, Thabri Thamrin.

Disini Husni Thamrin menjadi sosok yang cukup berpengaruh hingga akhirnya terpilih menjadi anggota Gemeenteerad (Dewan Kota) Batavia. Selama menjabat di Dewan Kota Batavia, Husni Thamrin terkenal sebagai sosok yang cerdas dan memperjuangkan kepentingan pribumi.

Karena kecerdasan dan kecakapannya sebagai politisi, kemudian Beliau berhasil menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat) pada tahun 1927. Di Volksraad, Husni Thamrin mengisi kekosongan jabatan bersama sejumlah tokoh pergerakan nasional lainnya seperti HOS Tjokroaminoto dan Haji Agus Salim.

Pada sekitar tahun 1920-1930an, Husni Thamrin menjadi sosok politisi yang kritis terhadap berbagai kebijakan pemerintahan kolonial Belanda yang dianggapnya hanya mementingkan golongan Eropa saja dan mengabaikan kepentingan rakyat pribumi Hindia Belanda yang sangat menderita.

Belanda pun menganggap Husni Thamrin sebagai politisi yang berbahaya bagi pemerintahan Belanda. Rumah Husni Thamrin pun digeledah oleh Polisi Rahasia Belanda karena sikapnya yang anti Belanda dan saat itu kondisi Husni Thamrin tengah sakit-sakitan.

Setelah penggeledahan tersebut, Husni Thamrin dijatuhi hukuman tahanan rumah oleh pemerintahan Belanda pada 6 Januari 1941. Akibatnya rumahnya pun dijaga ketat oleh Polisi Belanda dan siapapun dilarang untuk mengunjunginya, termasuk dokter yang hendak mengobatinya. Karena terlambatnya penanganan dokter yang hendak mengobati sakitnya tersebut, akhirnya Husni Thamrin menghembuskan nafas terakhir pada 11 Januari 1941. Husni Thamrin kemudian dimakamkan di TPU Karet bivak Jakarta dengan dihadiri oleh pelayat yang jumlahnya sekitar 10 ribu orang.

Atas jasa-jasanya tersebut kemudian pemerintah menganugerahi gelar Pahlawan Nasional dan mengabadikannya dalam uang kertas pecahan 2000 rupiah. Selain itu atas jasa-jasanya terhadap masyarakat Betawi, Gubernur Ali Sadikin yang merupakan Gubernur Pertama DKI Jakarta membuat megaproyek prestisius penataan kota bernama proyek MH Thamrin (MHT). Hingga akhirnya kawasan tersebut hingga kini menjadi salah satu kawasan paling penting di Jakarta.

Dr. Sam Ratulangi

Sejarah Tokoh di Uang 2000 dan 20000 yang ke dua yaitu: Dr. Gerungan Saul Samuel Jacob Ratulangi, atau lebih dikenal dengan nama Sam Ratulangi adalah Pahlawan Nasional asal Minahasa, Sulawesi Utara. Sam Ratulangi lahir di Tondano, pada tanggal 5 November 1890. Beliau hidup di lingkungan keluarga yang terdidik. Sang Ayah, Jozias Ratulangi adalah seorang guru yang menempuh pendidikan di Harleem Belanda. Setelah menempuh pendidikan keguruannya, ayah dari Sam Ratulangi mengajar di sebuah Hoofden School (sekolah menengah khusus anak para kepala desa) di Tondano.

Sam Ratulangi menempuh pendidikan dasarnya di ELS kemudian melanjutkan di Hoofdenschool yang keduanya sama-sama di Tondano. Ia kemudian pergi ke Batavia untuk menempuh pendidikan kedokteran di STOVIA. Namun beliau kemudian berubah pikiran dan memutuskan untuk mengambil sekolah menengah teknik Koningen Wilhelmina.

Setelah lulus dari sekolah teknik, beliau kemudian bekerja pada sebuah perusahaan konstruksi rel kereta api di Periangan, Jawa Barat. Selama bekerja di Periangan tersebut beliau mulai merasakan adanya perlakuan tidak adil antara pekerja pribumi dengan pekerja golongan Eropa.

Sam Ratulangi kemudian terpaksa pulang ke Sulawesi karena ibunya sakit parah. Hingga akhirnya sang ibu meninggal dunia. Harta warisan keluarga yang diterimanya kemudian digunakannya untuk menempuh pendidikan di negeri Belanda.

Beliau menempuh pendidikan selama 2 tahun di Vrije Universiteit van Amsterdam. Selama di Belanda beliau aktif berorganisasi dan sempat menjadi anggota Indonesische Veereniging (Perhimpunan Pelajar Indonesia) di Eropa. Disana beliau bertemu sejumlah tokoh pergerakan nasional seperti Ki Hajar Dewantara, Dr. Cipto Mangunkusumo, dan Douwes Dekker.

Setelah menyelesaikan pendidikannya di Belanda, beliau melanjutkan lagi pendidikannya di Zurich, Swiss dan berhasil meraih gelar Doktor di Bidang Fisika dan Matematika pada tahun 1919. Beliau kemudian pulang ke Indonesia dan mengajar di Princess Juliana School di Jogjakarta selama 3 tahun. Ia kemudian pindah ke Bandung dan mendirikan perusahaan asuransi bernama Assurantie Matschaappij Indonesia, bersama rekannya seorang Dokter dari Minahasa.

Beliau kemudian kembali ke Sulawesi untuk memegang jabatan sebagai sekretaris badan perwakilan rakyat Minahasa di Manado (Minahasa Raad). Sam Ratulangi menjabat di Minahasaa Raad sejak tahun 1924 hingga 1927. Selama memegang jabatannya, beliau dikenal sebagai sosok yang senantiasa memperjuangkan hak-hak masyarakat Minahasa.

Karena kecakapannya, beliau kemudian diangkat menjadi anggota Dewan Rakyat (Volksraad) yang mewakili daerah Minahasa. Ia terus mengusik hak-hak rakyat dan mendukung nasionalisme Indonesia dengan menjadi anggota Fraksi Kebangsaan yang dimulai oleh Mohammad Husni Thamrin. Dia adalah salah satu sponsor dari Petisi Soetardjo yang menyatakan keinginan untuk sebuah negara merdeka melalui reformasi bertahap dalam waktu sepuluh tahun. Karena sikapnya yang kritis terhadap Belanda, beliau pun dijebloskan ke Penjara Sukamiskin, Bandung selama beberapa bulan.

Menjelang kemerdekaan Indonesia, beliau diangkat menjadi salah satu anggota Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang mewakili daerah Sulawesi. Setelah kemerdekaan Indonesia, Sam Ratulangi kembali ke Sulawesi dan dipercaya untuk menjadi Gubernur Sulawesi.

Selama menjabat sebagai Gubernur, beliau menghadapi masa-masa yang sulit akibat datangnya pasukan Sekutu dan NICA yang ingin kembali menguasai Indonesia yang baru merdeka. Sejumlah daerah di Sulawesi pun bergolak dan pertempuran tak mampu dihindarkan. Namun Sam Ratulangi berhasil mengadakan negosiasi kepada pihak-pihak terkait untuk menjaga perdamaian dan kondusifitas. Ternyata keadaan tersebut hanya bertahan selama tiga Bulan hingga akhirnya Sam Ratulangi ditangkap bersama para stafnya kemudian ditahan selama 3 bulan sebelum akhirnya diasingkan ke Serui, Papua.

Setelah perjanjian Renville, Sam Ratulangi dan beberapa rekannya dibebaskan dan dipindahkan ke Surabaya sebelum akhirnya mereka pergi ke Yogyakarta yang saat itu menjadi Ibukota Indonesia. Pada 10 November 1948, RRI mengumumkan adanya seruan kepada rakyat Indonesia Timur agar menjaga persatuan mereka kepada Republik Indonesia hingga suatu hari Indonesia akan sepenuhnya merdeka. Seruan ini dikenal sebagai Manifes Ratulangi atau Manifes Jogja.

Pada saat Agresi Militer Belanda II, Belanda berhasil menguasai Jogja. Sejumlah tokoh seperti Soekarno dan Hatta ditangkap dan diasingkan ke Bangka. Sam Ratulangi sebenarnya juga akan diasingkan bersama mereka, namun karena alasan kesehatan, Beliau pun diizinkan tinggal di Jakarta sebagai tahanan rumah. Hingga akhirnya beliau wafat pada 23 Juli 1949. Jenazahnya kemudian dibawa ke kampung halamannya di Todano untuk dimakamkan.

Sebagai bentuk penghargaan terhadap jasa-jasanya, pemerintah kemudian menganugerahi beliau gelar pahlawan nasional dan sejumlah bintang penghargaan. Nama Sam Ratulangi begitu terkenal di Sulawesi Utara, sejumlah jalan protokol dan tempat-tempat penting diabadikan dengan namanya. Diantaranya Bandara Sam Ratulangi dan Universitas Sam Ratulangi di Manado. Pemerintah juga mengabadikan beliau dalam gambar uang pecahan 20.000 tahun emisi 2016.

Nah itu tadi sobat, pengetahuan mengenai Sejarah Tokoh di Uang 2000 dan 20000, dua pahlawan nasional yang diabadikan dalam uang pecahan 2000 dan 20.000 rupiah. Mari kita hargai jasa para pahlawan kita, sebagaimana pesan Bapak Proklamator kita, Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya. Ikuti informasi terupdate lainnya hanya di INTA – Info Santai

 

Cek Video Terbaru Kami Lainnya:

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *